MATERI SOSIOLOGI XII GANJIL : DAMPAK DAN UPAYA KETIMPANGAN SOSIAL


DAMPAK KETIMPANGAN SOSIAL

A. Dampak positif

a. Mendorong wilayah lain yang kurang maju untuk dapat bersaing.

b. Meningkatkan pertumbuhan untuk kesejahteraan masyarakat.

B. Dampak negatif

Ketimpangan sosial menimbulkan enam dampak negatif di masyarakat, yaitu sebagai berikut :

a. Melemahnya Jiwa Wirausaha

Melemahnya jiwa wirausaha (entrepreneurship) dapat mengganggu perkembangan perekonomian bangsa, sebab pengembangannya membutuhkan kemampuan dana, tenaga, manajemen, dan peluang berusaha termasuk pasar. Dalam hal ini, entrepreneurship membutuhkan sikap mental yang ulet, cerdas, jujur, kreatif, serta pandai mencari dan memanfaatkan peluang. Jadi, jika ketimpangan sosial dapat melemahkan jiwa kewirausahaan maka pembangunan di suatu negara akan terganggu.

Contohnya, masyarakat yang takut berwirausaha biasanya melakukan jalan pintas dengan cara mengikuti undian berhadiah dan investasi yang illegal.

b. Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan seseorang yang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan tidak mampu memanfaatkan tenaga, baik mental maupun ­ siknya dalam kelompoknya. Contoh, adanya masyarakat yang buta huruf dan balita yang mengalami gizi buruk.

c. Kemerosotan Moral

Kemerosotan moral muncul sebagai akibat dari ketimpangan sosial yang tidak hanya dilakukan oleh kelompok masyarakat yang kurang mampu, tetapi juga kelompok masyarakat yang mampu yang dipicu oleh berkembangnya sikap individualistis dan materialistis. Kemerosotan moral yang terjadi dalam kelompok masyarakat yang mampu, yaitu sikap kurang peduli terhadap sesama dan menganggap masyarakat marginal sebagai alat untuk memuaskan keinginannya. Hal itu karena mereka menganggap uang dan kekuasaan adalah segala-galanya yang bisa membeli segala yang diinginkan. Adapun kemerosotan moral yang terjadi dalam kelompok masyarakat yang kurang mampu dipicu oleh ketidakmampuannya dalam memenuhi kebutuhan primer dan sekundernya. Akibatnya, mereka terpaksa menjalankan hidup dengan segala cara demi untuk kelangsungan hidup, meskipun terkadang harus melanggar norma yang berlaku, seperti pencurian, penipuan, dan perampokan.

d. Kriminalitas

Kriminalitas atau kejahatan dalam sosiologi, di antaranya sebagai berikut.

1.) Kejahatan kerah biru (blue collar crime), yaitu kejahatan yang dilakukan oleh masyarakat kelas sosial bawah. Contohnya, mencopet di dalam kereta commuterline ketika sedang padat penumpang.

2.) Kejahatan kerah putih (white collar crime), yaitu kejahatan yang dilakukan oleh orang yang terpandang atau berstatus sosial tinggi dalam pekerjaannya.

Contoh, oknum pejabat yang korupsi dan menggelapkan pajak.

e. Monopoli

Monopoli adalah suatu penguasaan pasar yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk menguasai penjualan produk barang dan jasa di pasar yang ditujukan kepada para pelanggannya. Ciri-ciri monopoli adalah sebagai berikut.

1.) Penguasaan pasar oleh sebagian pihak saja.

2.) Produk yang ditawarkan oleh produsen tidak memiliki saingan.

f. Pencemaran Lingkungan Alam

Pencemaran lingkungan alamadalah rusaknya tata lingkungan yang disebabkan oleh manusia. Pencemaran lingkungan karena manusia sangatlah sulit diperbaiki bila manusia tidak cepat sadar untuk menghentikannya. Contohnya, kebakaran hutan yang dilakukan oleh manusia dapat mengakibatkan kerusakan ekosistem maupun kematian flora dan fauna. Hal itu berbeda jika lingkungan rusak karena faktor alam maka secara alamiah alam akan memperbaikinya kembali. Contohnya, abu dari gunung yang meletus dapat menyuburkan tanah di sekitar wilayah gunung.

 

UPAYA MENGATASI KETIMPANGAN SOSIAL

Ketimpangan sosial ini juga adalah salah satu tugas besar pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dan meminimalkan kesenjangan sosial di masyarakat. Masalah sosial yang ada di masyarakat memang bisa saja disebabkan oleh dampak negatif yang ditimbulkan dari ketimpangan sosial. Perlu adanya usaha untuk mengatasi ketimpangan sosial tersebut. Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketimpangan tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Peningkatan Kualitas Penduduk

Sebagai individu yang tingga di Indonesia, tentunya sudah mengetahui bahwa masyarakat Indonesia itu memiliki keanekaragaman dari karakteristiknya.  Keanekaragaman itu ternyata bisa juga menjadi faktor yang menimbulkan ketimpangan sosial. Oleh karena itu, sangat penting adanya sebuah usaha  untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada. Peningkatan kualitas penduduk dapat dilakukan melalui berbagai usaha. Upaya-upaya tersebut adalah sebagai berikut :

- Memperbaiki kualitas pendidikan

- Meningkatkan fasilitas kesehatan, baik kualitas tenaga medis maupun peningkatan pelayanan kesehatan

- Melakukan pemberdayaan kelompok masyarakat, misalnya dengan memberikan penyuluhan atau pengarahan pada masyarakat.

2. Mobilitas Geografis

Dalam Kamus Sosiologi (Haryanta, 2012), pengertian mobilitas sangat erat kaintannya dengan perpindahan atau perubahan gerak. Maksud dari perpindahan ini ialah pindahnya sekelompok orang yang bisa dikatakan sebagai penduduk, pindah dari suatu daerah ke daerah yang lain. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk di suatu daerah, karena adanya pemerataan penduduk juga harus diikuti oleh adanya pembangunan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi jumlah penduduk yang terlalu padat yang akhirnya menimbulkan kesenjangan sosial.

Contoh upaya mobilitas yang umum dilakukan adalah transmigrasi, di mana warga kota di wilayah yang terlalu padat seperti di Jawa berpindah ke wilayah yang lebih sedikit penduduknya, seperti di Kalimantan. Upaya ini pernah digalakkan di zaman Presiden Soeharto dan berhasil meningkatkan kualitas ekonomi pelakunya, seperti orang-orang Madura yang berpindah ke Kalimantan.

3. Menciptakan Peluang Kerja

Saat ini, Indonesia termasuk ke dalam salah satu negara berkembang dengan kepadatan penduduk yang tinggi. Jumlah penduduk yang besar di usia produktif tersebut tidak diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, sehingga terjadilah banyak pengangguran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, upaya yang bisa dilakukan adalah menciptakan peluang kerja dengan memanfaatkan kondisi lingkungan sekitar. Dengan menciptakan peluang kerja, maka kita juga akan mengurangi munculnya ketimpangan sosial di masyarakat.

UPAYA PEMERINTAH INDONESIA

Terdapat 5 upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam mengatasi ketimpangan sosial, diantaranya adalah:

  1. Pemberantasan Kekurangan Gizi atau Stunting

Pemerintah Indonesia berupaya memberantas kekurangan gizi yang banyak terjadi, terutama didaerah terpencil dengan pembangunan yang kurang maju. Kekurangan gizi dianggap memperparah kondisi kemiskinan sebagai salah satu contoh masalah ketimpangan sosial di masyarakat yang haru segera diatasi atau diturunkan. Kasus kekurangan gizi paling tinggi di Indonesia sendiri tercatat terjadi pada daerah Indonesia bagian timur sehingga diperlukan perhatian yang lebih dan khusus.

  1. Penyaluran Bantuan Sosial yang Tepat Sasaran

Pembangunan dan kondisi ekonomi yang tidak merata menyebabkan masih banyaknya warga yang kurang mampu dan membutuhkan bantuan. Penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran bertujuan untuk mengurangi ketimpangan sosial yang ada di masyarakat terutama karena adanya daerah atau masyarakat yang kekurangan bantuan namun justru belum tersentuk bantuan yang ada.

  1. Peningkatan Peluang Pekerjaan

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia memang dapat dibilang sudah cukup baik dan maju, namun pertumbuhan ekonomi seharusnya didukung dengan adanya peningkatan lapangan kerja baru untuk mengurangi angka pengangguran. Pemerintah berupaya menyediakan pelatihan dan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan peningkatan keterampilan serta kualitas sumberdaya manusia secara merata. Tujuannya adalah untuk mengurangi adanya ketimpangan sosial di masyarakat karena tingkat pengangguran yang tinggi.

  1. Menurunkan Ketimpangan Kekayaan

Upaya ini dilakukan dengan pengaturan ulang pajak penghasilan dimana di Indonesia masih didominasi oleh kalangan pekerja. Sedangkan sebenarnya penghasilan pribadi seperti pengusaha, pemilik modal, dan yang lainnya memiliki kewajiban pajak yang lebih besar dibanding pekerja, namun pelaksanaannya belum optimal. Kondisi ini yang akhirnya menciptakan adanya kesenjangan sosial.

  1. Menciptakan Wirausaha secara Massal

Selain dengan menciptakan lapangan kerja baru, keadaan kemiskinan dan pengangguran diatasi dengan upaya menciptakan wirausaha secara massal.

Demikian beberapa upaya mengatasi ketimpangan sosial secara umum, khususnya oleh pemerintah Indonesia. Upaya-upaya diatas perlu dilakukan untuk mengatasi ketimpangan sosial dan sebagai upaya mengatasi masalah sosial di Indonesia yang meresahkan kehidupan masyarakat. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan yang lebih luas mengenai masalah-masalah yang sebenarnya ada dalam masyarakat.

 

 

Sumber :

https://www.pelajaran.co.id/2020/19/ketimpangan-sosial.html

https://materiips.com/upaya-mengatasi-ketimpangan-sosial

https://indihomestudy.com/sample/news/details/6a936ba6-7b4c-4ec2-bad3-9c9d154000a6

 

 

 

 

 

 

 

Comments