MATERI SOSIOLOGI XII GANJIL : Permasalahan Sosial Akibat Globalisasi

 

Permasalahan Sosial Akibat Globalisasi

Beberapa permasalahan sosial yang muncul akibat globalisasi, dalam beragam bentuknya dari sosial budaya, teknologi, sikap konsumerisme, dan sikap-sikap lainnya. Penjelasan mengenai permasalahan sosial akbiat globalisasi tersebut antara lain, adalah sebagai berikut.

Budaya Populer

Budaya populer merupakan tren yang sengaja diciptakan agar dikonsumsi atau digemari masyarakat secara luas. Budaya populer mendorong kesamaan budaya di seluruh dunia. Sebagai contoh permasalahan dampak budaya dalam globalisasi ini adanya suatu negara diikuti oleh negara-negara lain. Kongristnya, seperti K-Pop, J-Pop, dan maraknya selfie menunjukkan berkembangnya budaya populer yang ada di dalam kehudupan manusia.

Konsumerisme

Pengertian konsumenisme menunjukkan perilaku konsumtif, yaltu suatu prilaku membeli barang dengan lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Perliaku konsumtif dipengaruhi gaya hidup western, tuntutan gaya hidup, dan akibat persaingan antara produsen lokal dan produsen internasional dalam menawarkan produknya.

Persaingan mendonong munculnya tawaran benupa diskon. Kondisi tersebut memenganuhi konsumen untuk berpenilaku konsumtif. Akhirnya, karena adanya prilaku ini masyarakat cederung tidak bisa berkara untuk dirinya sendiri, masyarakat akan cederung menjadi pekerja atau mencarai kerja daripada menciptkan peluang kerja.

Neokolonialisme

Neokolonialisme merupakan cerminan negara berdaulat dan merdeka, tetapi sistem ekonomi dan politiknya ditentukan oleh pihak luar. Walaupun dan segi politik era kolonial sudah berakhir, penjajah masih berkuasa di berbagai bidang kehidupan dalam bentuk neokolonialisme.

Beberapa permasalahan lain yang sening muncul akibat neokolonialisme sebagai benikut.

  • Negara berkembang hanya memperoleh sebagian kecil dan keuntungan industri (sebagai dampak ekonomi globalisasi)
  • Eksploitasi sumber daya alam meningkat sehingga terjadi kenusakan lingkungan, terutama di negara-negana berkembang.
  • Tidak hanya sekton ekonomi, kapitalisme mulai berpengaruh pada sektor politik di negara-negara berkembang.

Contoh nyata dalam permasalahan sosial akbiat globalisasi, di Indonesia khususnya adalah neokolonialisme ini ialah adanya perusahaan-perusahaan yang menjadi penambang emas atau kekayaan alam lainnya, di Indonesia. Mereka memiliki modal dan pengetahuan untuk mengelola, akibatnya dengan adnaya modal tersebut sebagian besar warga negara kita hanya di jadikan pekerja atau hanya diberikan keuntungan sekitar 2 % untuk memenuhi kebutuhannya.

Kerusakan Lingkungan

Globalisasi ditandai dengan meningkatnya pertumbuhan penusahaan multinasional. Perusahaan multinasional berusaha mengembangkan usahanya di negana-negara lain. Akibatnya, tenjadi eksploitasi sumben daya di negana tujuan tempat penusahaan tensebut mengembangkan usaha.

Kondisi tersebut menunjukkan kurangnya sikap kepedulian perusahaan multiriasional terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka. Adapun dampak aktivitas tensebut yaitu muncul persoalan lingkungan seperti pencemaran tanah, air, dan udana.

 

SIKAP KRITIS TERHADAP TANTANGAN GLOBALISASI

 

  1.  Meningkatkan kualitas SDM Indonesia

Globalisasi merupakan sebuah realita yang mau tak mau harus dihadapi bila bangsa Indonesia ingin tetap hidup sebagai bangsa yang berdaulat didunia.Cara untuk menghadapi dampak globalisasi yaitu dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya melalui pendidikan. Melalui pendidikan yang yang optimal, bangsa Indonesia dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga dapat bersaing dikancah dunia internasional.

2. Meningkatkan kualitas nilai keimanan dan moralitas masyarakat

Globalisasi membuat budaya antar bangsa saling mempengaruhi, karenanya keberadaan nilai-nilai keimanan dan moralitas menjadi sangat penting. Sebab nilai keimanan dan moralitas itulah yang mampu mengatasi dampak negatif dari globalisasi.Sebagai kaum muslim, kita hendak menanamkan nilai-nilai Islam di kehidupan sehari-hari. Kita hendaknya menjalankan syariat Islam. Mengetahui mana yang halal dan haram, sehingga kita dapat memilah-milah pengaruh dari luar.

Moralitas bangsa juga harus ditingkatkan. Didalam era globalisasi ini moralitas bangsa cenderung menurun kualitasnya. Ini tidak lepas dari tanggung jawab orang tua, guru, dan pemerintah. Salah satu solusinya adalah melaksanakan pembelajaran pendidikan kewarganegaraan.

3. Mendorong dan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk memperjuangkan keadilan antar bangsa

Salah satu dampak globalisasi adalah saling berkaitannya antara satu negara dengan negara lainnya, baik dalam bentuk kerja sama ataupun persaingan global.Pemerintah Indonesia harus berupaya sekuat tenaga memperjuangkan keadilan dan keseimbangan antar bangsa. Upaya pemerintah tersebut harus selalu didorong dan didukung oleh setiap warga negaranya.

Sebagaimana yang kita ketahui, Indonesia merupakan 1 diantara 2 negara yang memberikan permohonan agar Israel menghentikan serangan ke Jalur Gaza. Ini membuktikan kepedulian bangsa kita terhadap perdamaian dan peradilan antar bangsa. Maka sebagai warga negara, hendaknya kita mendukung upaya pemerintah.

4. Mendorong dan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mendesak negara maju agar memberikan dana perbaikan lingkungan hidup

Negara maju sangat diuntungkan dengan adanya globalisasi, sebab negara maju banyak yang memiliki perusahaan transnasional. Perusahaan tersebut biasanya berdiri di berbagai negara terutama di negara berkembang, termasuk di Indonesia.Aktifitas perusahaan tersebut membuat lingkungan hidup menjadi rusak oleh pencemaran limbah atau asap pabriknya. Oleh sebab itu, sudah sepantasnyalah negara-negara maju menyisihkan uang guna mendanai upaya-upaya perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup.Tindakan ini sangat pantas diambil oleh Indonesia, karena buktinya banyak sekali hutan yang dijadikan perindustrian. Lahan hijau pun semakin sulit ditemukan didaerah perindustrian. Untuk memulihkan keadaan, Indonesia butuh dana dari perusahaan asing tersebut.

5.  Meningkatkan jiwa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme

Adanya globalisasi menjadi suatu tantangan yang berat bagi negara berkembang yang belum maju dan kuat. Negara yang masyarakatnya tidak mempunyai jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme yang kuat akan dengan mudah dipermainkan oleh negara-negara maju. Oleh karena itu, semangat dan jiwa persatuan, kesatuan dan nasionalisme harus terus ditingkatkan oleh seluruh rakyat Indonesia.Bila jiwa dan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme telah tertanam dengan kuat pada setiap warga negara Indonesia tidak akan mudah dipermainkan oleh negara-negara yang kuat dan maju.

6.  Melestarikan kebudayaan dan adat istiadat daerah

Globalisasi membuat budaya luar dapat dengan mudah kita ketahui. Pengetahuan akan budaya luar terkadang membuat masyarakat lebih menyukainya dari pada budaya daerah sendiri. Menyukai budaya luar adalah hal wajar, namun kita harus tetap melestarikan kebudayaan kita sendiri. Jangan sampai kebudayaan kita punah begitu saja seiring dengan waktu. Apalagi kebudayaan itu seenaknya saja diambil oleh bangsa lain. Walaupun saman kini telah serba modern, kita harus tetap berpegang teguh kepada adat istiadat.

7.  Menjaga keasrian objek wisata dalam negeri

Salah satu ciri-ciri globalisasi adalah perjalanan dari perlancongan antar bangsa yang semakin meningkat. Indonesia sebagai negara yang kaya akan objek-objek wisata yang indah hendaknya memanfaatkannya dengan seoptimal mungkin. Salah satu usaha adalah menjaga keasrian objek wisata tersebut.

Sebenarnya selain Bali, banyak lagi pulau-pulau di Indonesia yang memiliki tempat yang sangat indah untuk dikunjungi. Namun banyak lokasi yang tidak terjaga keasriannya sehingga tidak menarik untuk dikunjungi. Maka seharusnya masyarakat selalu menjaga keasrian objek wisata di daerah masing-masing. Cara-cara menjaga keasrian objek wisata dalam negeri yaitu seperti tidak membuang sampah sembarangan terutama ke sungai yang nantinya bermuara ke laut, tidak mencoret-coret tembok, melakukan penghijauan disekitar pegunungan, melestarikan terumbu karang dan sebagainya.

8. Mewujudkan konsep Glokalisasi

Istilah glokalisasi atau Glocalization pertama kali dicetuskan oleh Roland Robetson seorang pakar sosiologi. Istilah ini merupakan perpaduan antra istilah globalisasi dan lokalisasi . Kata tersebut diadopsi dari istilah berbahasa Jepang yaitu dochakuka, yang sebenarnya beararti adaptasi teknik bertani yang dipadukan dengan keadaan setempat. Dengan kata lain merupakan strategi pemasaran yang digunakan jepang untuk memasarkan produknya agar sesuai dengan selera pasar. Istilah ini menjadi sering digunakan sekitar tahun 1980 sejak dipolulerkan oleh Roland Robetson (Robetson 1995 dalam Habibul Haque Khondker 2004). Sederhananya Glokalisasi ( Glokalization) sesuatu yang global yang di interpretasikan dengan nilai lokal. Jan Nederveen Pieterse mengungkapkan “Globalization can mean the reinforcement of or go together with localism , as in “ Think globally act locally.” (Jan Nederveen Pieterse :2004).

Menurut Roland Robertson (2001) unsur unsur yang penting dalam proses glokalisasi antara lain:

Pertama, dunia sedang berkembang menjadi lebih pluralistis. Kedua, para individu dan semua kelompok lokal memiliki kekuatan yang luar biasa untuk beradaptasi, berinovasi, dan bermanuver di dalam sebuah dunia yang mengalami glokalisasi. Ketiga : semua proses sosial bersifat saling berhubungan dan bergantung satu dengan yang lain. Keempat : komoditas dan media tidak dipandang (sepenuhnya) koersif, tetapi tepatnya menyediakan materi untuk digunakan dalam ciptaan individu atau kelompok di seluruh dunia yang mengalami glokalisasi.

Bisa dibilang glokalisasi adalah efek dari globalisasi. Agar nilai-nilai global yang biasanya berasal dari budaya barat dapat dengan mudah diterima dengan mudah oleh masyarakat negara lain oleh karena itu kebudayaan tersebut disisipi dengan nilai-nilai lokal sehingga terjadi semacam percampuran kebudayaan. Dalam hal ini globalisasi yang pada awalnya seolah-seolah membuat kebudayaan diberbagai belahan dunia menjadi serupa mungkin tidak sepenuhnya benar karena pada dasarnya kebudayaan yang ada disetiap daerah berbeda jadi saat globalisasi masuk kedalam suatu dengan dan nilai-nilainya dicampurkan dengan nilai-nilai lokal maka kebudayaan yang dihasilkan pun akan berbeda.

Salah satu contoh proses glokalisasi adalah motif logo tim sepak bola dari luar negeri yang terdapat dalam batik Pekalongan dan beberapa batik dari daerah lainnya. Seperti yang sudah kita ketahui batik adalah kebudayaan asli Indonesia, dengan beragam motif yang berbeda-beda setiap daerah. Beberapa pengrajin batik dari Pekalongan ternyata cukup kreativ dalam membuat desain motif batik yang disisipi oleh logo tim sepak bola dari luar negeri yang cukup terkenal seperti Mancester United, FCB, dll. Hal tersebut terjadi karena di era globalisasi seperti saat ini arus informasi sangat mudah tersebar termasuk dalam hal olahraga seperti sepak bola. Sehingga banyak warga Indonesia yang mengidolakan tim sepak bola dari luar negeri ketimbang tim sepak bola sendiri. Ternyata hal tersebut menjadi peluang pasar tersendiri bagi para pengusaha batik untuk membuat motif batik yang disisipi logo tim sepak bola.

Sumber : 

https://dosensosiologi.com/permasalahan-sosial-akibat-globalisasi-di-masyarakat-dan-contohnya-lengkap/

http://blog.unnes.ac.id/ayuherni/2015/11/08/globalisasi-dan-glokalisasi/

Comments