Penelitian dan Metode Sosial

 Penelitian dan Metode Sosial.

Penelitian sosial adalah istilah yang digunakan terhadap penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial dengan cara metodologi ilmiah.[1] Istilah sosial ini menunujuk pada hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang-orang, kelompok-kelompok seperti keluargainstitusi (sekolahkomunitasorganisasi, dan sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.[2]

Jenis penelitian ditinjau dari tujuan adalah penelitian verifikatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengecek kebenaran hasil penelitian. jenis penelitian berdasarkan sudut pandang tujuan juga dapat dilihat dari tujuan umum dan tujuan pemakainya. yang dapat diuraikan yaitu: Berdasarkan Sudut pandang tujuan umum.

Penelitian ditinjau dari pendekatan

Penelitian dengan pendekatan longitudinal (pendekatan bujur) adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau ssuatu hal dalam seluruh periode waktu, atau tahapan perkembangan yang cukup panjang. ... Penelitian yang dilakukan terhadap variabel masa yang akan datang adalah penelitian eksperimen

Penelitian ditinjau dari pendekatan meliputi pendekatan longitudinal (pende-katan bujur) dan pendekatan cross section (pendekatan silang). ... Penelitian dengan pendekatan cross section adalah penelitian dalam satu tahapan atau satu periode waktu, hanya meneliti perkembangan dalam tahapan-tahapan tertentu saja

Penelitian bidang ilmu alam: meneliti segala yang ada di alam khususnya tentang seluk beluk makhluk hidup, lingkungan dan komponennya. Penelitian bidang ilmu sosial: meneliti semua kegiatan, kondisi yang ada di masyarakat zaman sekarang, dulu, dan masa yang akan datang.

 Penelitian ditinjau dari tempat adalah sebuah penelitian yang disesuaikan atau berdasarkan tempat pada penelitian tersebut. jenis penelitian ditinjau dari tempatPenelitian pustaka atau libary research.

Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang tergabung dalam rumpun ilmu sosial. Sebagai ilmu sosial, tugas utama sosiologi adalah melakukan penelitian sosial. Dilansir dari buku Merancang dan Melakukan Penelitian Sosial (2019) karya Sri Muhammad Kusumantoro, penelitian sosial merupakan penyelidikan tentang satu gejala sosial atau hubungan antara dua atau lebih gejala sosial melalui metode ilmiah. Penelitian sosial menaruh perhatian penting pada aspek fenomena sosial dan masyarakat. Selain itu, penelitian sosial juga membantu dalam memahami kedua aspek tersebut. Penelitian sosial memiliki ciri-ciri untuk memudahkan pemahaman. Ciri ciri penelitian sosial, antara lain: Penelitian sosial dilaksanakan melalui prosedur sistematis, yaitu dengan menggunakan pembuktian berupa data fakta yang diperoleh secara obyektif. Penelitian sosial merupakan proses yang berjalan secara terus-menerus. Sehingga hasil penelitian sosial selalu dapat disempurnakan atau dilanjutkan lagi oleh peneliti lain.

Berdasarkan tingkat analisis yang disusun oleh peneliti untuk data yang hendak dikumpulkan, penelitian sosial dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu:

Penelitian deskriptif Dalam buku Metode Penelitian Sosial: Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif (2013) karya William Lawrence Neuman, peneltian deskriptif merupakan penelitian yang menyajikan gambaran spesifik mengenai situasi, penataan sosial, atau hubungan. Hasil penelitian deskriptif berupa gambaran secara rinci tentang persoalan atau jawaban atas pertanyaan penelitian.

 Penelitian eksploratif Penelitian eksploratif adalah penelitian yang berusaha mendapatkan informasi mendasar mengenai permasalahan atau keadaan yang jarang atau bahkan belum pernah diteliti.  

Penelitian prediksi Penelitian prediksi adalah peneltian yang berusaha menjelaskan apa yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Penelitian eksplanasi Penelitian eksplanasi adalah penelitian yang berusaha menganalisis hubungan antar variabel yang diteliti.

Penelitian sosial adalah istilah yang digunakan terhadap penyelidikan-penyelidikan yang dirancang untuk menambah khazanah ilmu pengetahuan sosial, hubungan antara dua atau lebih gejala sosial, atau praktik-praktik sosial dengan cara metodologi ilmiah.[1] Istilah sosial ini menunujuk pada hubungan-hubungan antara, dan di antara, orang-orang, kelompok-kelompok seperti keluargainstitusi (sekolahkomunitasorganisasi, dan sebagainya), dan lingkungan yang lebih besar.[2]

Metode statistic

Statistika deskriptif yaitu metode statistik yang hanya mempelajari bagaimana cara mengolah, menganalisa dan menyajikan data tanpa ada penarikan kesimpulan untuk memprediksi suatu kondisi secara umum, contohnya dengan penyajian tabel, diagram, grafik dan lainnya. Statistik deskriptif ini telah kita pelajari di matakuliah Metode Statistik I.

 

Statistik Inferensia mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis data untuk kemudian sampai pada peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan data gugus induknya atau dengan kata lain, dari data yang ada, kita membuat generalisasi atau  menyimpulkan kemungkinan yang dapat terjadi berdasarkan data-data tersebut. Misalnya data curah hujan selama 30 tahun, jika rata-rata curah hujan pada bulan juli tahun ini adalah 3,4 cm, maka kita dapat membuat pernyataan bahwa bulan juli tahun depan curah hujan yang terjadi dapat berkisar antara 3,2 – 3,5 cm, sehingga  kita dapat meramalkan suatu kondisi berdasarkan data yang tersedia tersebut. Dikatakan ramalan karena inferensia bersifat tak pasti, yang ditegaskan dengan kata-kata diharapkan, kemungkinan, kira-kira, menyimpulkan bahwa, dan lain-lain. Sifat tak pasti dikarenakan kita mendasarkan pada informasi parsial yang diperoleh dari sebagian data.

 

Metode Eksperimen (Percobaan).

 

Pengertian dari Metode Pembelajaran dengan Teknik Eksperimen

Apakah metode eksperimen? Metode eksperimen merupakan salah satu metode yang digunakan dalam pembelajaran di mana siswa diminta untuk melakukan kegiatan eksperimen. Kegiatan eksperimen ini mengajak siswa untuk mengalami dan membuktikan sendiri tentang sesuatu hal yang telah dipelajari. Dalam proses pembelajaran yang menerapkan teknik eksperimen ini, siswa diminta untuk mengalami atau melakukan sendiri suatu kegiatan, siswa juga diminta untuk mengikuti suatu proses, mengamati objek maupun keadaan atau proses tersebut. Siswa akan memperoleh pengalaman belajar untuk mengatasi masalah dengan menggunakan pendekatan penyelesaian masalah melalui kegiatan eksperimen.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat diketahui bahwa metode eksperimen memberikan kesempatan siswa untuk mempraktekkan pengetahuan yang dimilili, dengan mengikuti proses yang sistematis untuk menyelesaikan masalah. Sebenarnya, apa sih tujuan dari pelaksanaan metode pembelajaran dengan teknik eksperimen? Akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya.

Tujuan dari Pelaksanaan Metode Pembelajaran dengan Teknik Eksperimen

Memilih suatu teknik untuk diterapkan dalam metode pembelajaran, tentu saja memiliki tujuan tertentu yang hendak di capai. Apakah tujuan dari metode eksperimen? Tujuan dari metode eksperimen, yaitu untuk membantu siswa dalam meningkatkan kemampuannya untuk belajar secara mandiri dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapi.

Metode eksperimen dimaksudkan untuk memecahkan masalah yang dialami siswa, melalui serangkaian tindakan yang dilakukan secara mandiri dengan dibimbing oleh guru maupun pembimbing. Kemudian, bagaimanakah penerapan dari metode eksperimen? Langkah – langkah tersebut akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya. Sehingga guru dapat menerapkan metode ini untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

 

Studi kasus adalah salah satu metode penelitian dalam ilmu sosial. Dalam riset yang menggunakan metode ini, dilakukan pemeriksaan longitudinal yang mendalam terhadap suatu keadaan atau kejadian yang disebut sebagai kasus dengan menggunakan cara-cara yang sistematis dalam melakukan pengamatan, pengumpulan data, analisis informasi, dan pelaporan hasilnya. Sebagai hasilnya, akan diperoleh pemahaman yang mendalam tentang mengapa sesuatu terjadi dan dapat menjadi dasar bagi riset selanjutnya. Studi kasus dapat digunakan untuk menghasilkan dan menguji hipotesis[1].

Pendapat lain menyatakan bahwa studi kasus adalah suatu strategi riset, penelaahan empiris yang menyelidiki suatu gejala dalam latar kehidupan nyata. Strategi ini dapat menyertakan bukti kuatitatif yang bersandar pada berbagai sumber dan perkembangan sebelumnya dari proposisi teoretis. Studi kasus dapat menggunakan bukti baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Penelitian dengan subjek tunggal memberikan kerangka kerja statistik untuk membuat inferensi dari data studi kasus kuantitatif.[2][3]

Seperti halnya pada tujuan penelitian lain pada umumnya, pada dasarnya peneliti yang menggunakan metode penelitian studi kasus bertujuan untuk memahami objek yang ditelitinya. Meskipun demikian, berbeda dengan penelitian yang lain, penelitian studi kasus bertujuan secara khusus menjelaskan dan memahami objek yang ditelitinya secara khusus sebagai suatu ‘kasus’. Berkaitan dengan hal tersebut, Yin (2003a, 2009) menyatakan bahwa tujuan penggunaan penelitian studi kasus adalah tidak sekadar untuk menjelaskan seperti apa objek yang diteliti, tetapi untuk menjelaskan bagaimana keberadaan dan mengapa kasus tersebut dapat terjadi. Dengan kata lain, penelitian studi kasus bukan sekadar menjawab pertanyaan penelitian tentang ‘apa’ (what) objek yang diteliti, tetapi lebih menyeluruh dan komprehensif lagi adalah tentang ‘bagaimana’ (how) dan ‘mengapa’ (why) objek tersebut terjadi dan terbentuk sebagai dan dapat dipandang sebagai suatu kasus. Sementara itu, strategi atau metode penelitian lain cenderung menjawab pertanyaan siapa (who), apa (what), dimana (where), berapa (how many) dan seberapa besar (how much).

 

Hipotesis atau anggapan dasar adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Dugaan jawaban tersebut merupakan kebenaran yang sifatnya sementara, yang akan diuji kebenarannya dengan data yang dikumpulkan melalui penelitian.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta kausalitas hubungan-hubungannya. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis,teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. Proses pengukuran adalah bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif.

Penelitian kuantitatif banyak digunakan baik dalam ilmu alam maupun ilmu sosial, dari fisika dan biologi hingga sosiologi dan jurnalisme. Pendekatan ini juga digunakan sebagai cara untuk meneliti berbagai aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering dipergunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian kualitatif.

 

Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna (perspektif subjek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori ini juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kuantitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Kriyantono menyatakan bahwa, "Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya.” Penelitian kualitatif menekankan pada kedalaman data yang didapatkan oleh peneliti. Semakin dalam dan detail data yang didapatkan, maka semakin baik kualitas dari penelitian kualitatif ini.

Berbeda dengan kuantitatif, objek dalam penelitian kualitatif umumnya berjumlah terbatas. Dalam penelitian ini, peneliti ikut serta dalam peristiwa/kondisi yang sedang diteliti. Untuk itu hasil dari penelitian ini memerlukan kedalaman analisis dari peneliti. Selain itu, hasil penelitian ini bersifat subjektif sehingga tidak dapat digeneralisir. Secara umum, penelitian kualitatif dilakukan dengan metode wawancara dan observasi. Melalui metode ini, peneliti akan menganalisis data yang didapatkan dari lapangan dengan detail. Peneliti tidak dapat meriset kondisi sosial yang diobservasi, karena seluruh realitas yang terjadi merupakan kesatuan yang terjadi secara alamiah. Hasil dari penelitian kualitatif juga dapat memunculkan teori atau konsep baru, apabila hasil penelitiannya bertentangan dengan teori dan konsep yang sebelumnya dijadikan kajian dalam penelitian.[1]

 


Comments

  1. Nama : Parvez Kalaansyah
    Kelas : X IPS 1
    terima kasih banyak pak atas materi tentang penelitian sosial yang bapak sampaikan 🙏😊

    ReplyDelete
  2. Nama: Lia khoerunisa
    Kelas: X ips 1
    Terimakasih pak atas materinya

    ReplyDelete
  3. Nama: Khafidah Nur Baiti
    Kelas: X IPS 3
    Terimakasih pak atas materi yg sudah bapak berikan hari ini mengenai penelitian sosial

    ReplyDelete
  4. Nama:Muhammad Noer Ramdhan
    Kelas: X IPS 1
    Terima kasih pak atas materinya

    ReplyDelete
  5. Nama : Melly Dwi Widyawati
    Kelas. : X IPS 1
    Terimakasih pak atas materi yang bapak berikan.

    ReplyDelete
  6. nama : fathma shila zaen
    kelas : X IPS 1
    terima kasih pak atas materinya

    ReplyDelete
  7. Nama: Afifah Putriana Sari
    Kelas: X IPS 1
    Terimakasih pak atas materi yang telas diberikan

    ReplyDelete
  8. Nama: Putra Aditya
    Kelas :X.IPS 3
    terimakasih pak atas materinya

    ReplyDelete
  9. Jihan Aulia
    Kelas:X IPS 3

    ReplyDelete
  10. Nama:Najwa Aulia Rahmah
    Kelas:X IPS 3
    Terimakasih atas materi nya paa

    ReplyDelete
  11. Muhammad fito Alfaritzi X IPS 4

    ReplyDelete

Post a Comment