RAGAM GEJALA SOSIAL DALAM MASYARAKAT.
Apa itu Gejala Sosial?
Gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat dapat diartikan sebagai sebuah fenomena sosial. Munculnya fenomena sosial di masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak dapat kita hindari, namun kita masih dapat mengantisipasinya. Perubahan sosial akan mengakibatkan beberapa dampak baik itu positif maupun negatif.Perubahan sosial ada yang bersifat positif dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat dapat menimbulkan masalah sosial. Adapun beberapa contoh fenomena sosial seperti munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Gejala sosial juga diartikan sebagai suatu pristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.
Apa Saja Faktor Penyebab Gejala Sosial?
Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:
Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerjabakti, prilaku menyimpang, dsb.
Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural dapat dilihat dari pola-pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dsb.
Apa Saja Macam-Macam Gejal Sosial
Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendapatan.Tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang dapat mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi di masyarakat dapat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dsb.
Budaya
Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur karena keanekaragaman tersebut dapat menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga memiliki budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing. Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dsb.
Lingkungan alam
Karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit dapat menimbulkan gejala sosial di lingkungan sekitarnya. Contoh gejala yang ditimbulkan seperti munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dsb.
Psikologis
Prilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya.Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menimbul kangejala sosial dimasyarakat, misalnya disorganisasi jiwa, alirana jalan sesat dsb.
Berikut Adalah Contoh-Contoh Gejala Sosial di Masyarakat
Gejalasosial yang ada didalam masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial.Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan di lingkungannya. Perubahan sosial merupakan segala perubahan yang ada pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dan dipengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Perubahan sosial dalam masyarakat dapat berdampak positif maupun negatif. Bagi masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial maka akan terjadi masalah sosial. Adapun contoh gejala sosial yang ada pada masyarakat.
Kemiskinan
Kemiskinan dapat dikarenakan tidak mampunyai seseorang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer. Namun dalam sosiologi, salah satu faktor penyebab munculnya maslah tersebut karena lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembaga kemasyarakatan dibidang ekonomi. Permasalahan tersebut dapat menyebar ke bidang lainnya, seperti pendidikan, sosial, dsb. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
Kemiskinan absolut, yaitu seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
Kemiskinan relatif, yaitu seseorang ataus ekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, namun dirinya masih merasa miskin bila dibandingakan dengan orang lain atau kelompok lain.
Masalah Remaja
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri sehingga banyak remaja yang meniru tingkah laku orang lain. Tindakan remaja bila tidak terkontrol dapat menjadi suatu masalah sosial yang dapat merugikan diri sendiridan orang lain. Masalah remaja ini ditandai oleh adanya keinginan untuk melawan ataupun sikap apatis. Pada masa ini seharusnya mereka mengenal nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Dengan mempelajari norma di masyarakat, diharapkan mereka dapat berprilaku dan tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Prilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja dapat beragam, sebagai contoh membolos, mencontek, pelanggaran lalu lintas dan lain sebagainya.
Masalah kependudukan
Indonesia adalah negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang padat. Penduduk merupakan sumber penting bagi pembangunan. Hal ini dikarenakan penduduk menjai subjek dan obyek pembangunan. Dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di suatu negara. Kesejahteraan penduduk juga mengalami gangguan yang dipengaruhi oleh perubahan demografis yang seringsekali tidak dirasakan. Masalah kependudukan dapat kepadatan penduduk, pemerataan penduduk yang tidak rata, ledakan penduduk dsb.
Masalah-masalah diatas perlu adanya penanggulangan, karena dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Adapun beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantanya:
Melalui program keluargaberencana (KB)
Transimigrasi,dan
Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk
Apa Dampak GejalaSosial di Masyarakat?
Terjadinya perubahan sosial-budaya di masyarakat merupakan salah satu akibat dari gejala sosial. Dampak gejala sosial ada yang bersifat positif dan negatif.
Dampak positif
Gejala sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik. Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada. Maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan kita mamfaat. Hal ini dapat dilihat dengan kemajuan bidang tekhnologi. Dalam bidang tekhnologi kita mengenal tekhnologi komunikasi, seperitelepon, handphone, telegram, email, dsb. Dengan adanya alat komunikasi yang modern, maka, maka kita dapat melakukan interaksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung.
Dampak negatif
Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan (culture shock). Ketidaksanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.
Demoralisasi.
Demoralisasi adalah suatu kondisi dimana moral atau standar moral suatu lingkungan, baik dalam lingkup besar maupun kecil mengalami penurunan atau pengurangan.
Penyebab Terjadinya Demoralisasi di Masyarakat.
Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan demoralisasi di kalangan masyarakat.
- Krisis ekonomi yang berkepanjangan.
- Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi sehingga mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja.
- Menurunnya kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat.
- Meningkatnya angka kemiskinan.
- Menurunnya kualitas para aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman,
- Adanya sikap-sikap negatif, seperti malas, boros, dan tidak disiplin, serta sikap apatis yang akhirnya untuk mencapai sesuatu menggunakan jalan pintas.
- Keengganan memahami, mendalami, dan melaksanakan ajaran-ajaran agama.
Solusi Demoralisasi.
Bebeberapa solusi untuk upaya pencegahan ataupun setelah terjadinya demoralisasi yaitu sebagai berikut.
- Mempertebal keimanan dan ketakwaan di kalangan generasi muda.
- Memanfaatkan media sosialisasi keluarga dan sekolah.
- Aktif falam kegiatan-kegiatan positif.
Disorganisasi Keluarga
Kondisi dalam keluarga yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya disebut sebagai disorganisasi keluarga. Biasanya, fungsi keluarga gagal tercapai atau keluarga terpecah karena beragam hal. Mulai dari ketegangan dan konflik antara suami dengan istri hingga orang tua dengan anak.Dampak ketidakharmonisan dalam rumah tangga tersebut kemudian akan memengaruhi perkembangan anak dan akan terbawa hingga buah hati dewasa.
Apa saja penyebab disorganisasi keluarga?
Beberapa jenis pola hubungan di bawah ini umumnya dapat menyebabkan disorganisasi keluarga:Orang tua yang mengalami masalah kecanduan
Kekerasan fisik
Eksploitasi anak
Masalah finansial
Pola asuh otoriter
Dampak disorganisasi keluarga terhadap anak
Secara sistematis, pola-pola hubungan yang menyebabkan disorganisasi keluarga akan menimbulkan kekerasan atau pengabaian anak. Hal-hal yang umum dialami anak dalam keluarga yang tidak harmonis meliputi:Dipaksa untuk memihak
Mengalami ‘reality shifting’
Pengabaian anak
Sikap terlalu protektif yang mengganggu
Pilih kasih
Kekerasan fisik

Terima kasih atas materi yang bapak berikan 🙏
ReplyDelete