Ragam Gejala Sosial dalam Masyarakat

 RAGAM GEJALA SOSIAL DALAM MASYARAKAT.


Apa itu Gejala Sosial?

Gejala-gejala sosial yang ada di masyarakat dapat diartikan sebagai  sebuah fenomena sosial.  Munculnya fenomena sosial di masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial. Perubahan sosial itu tidak dapat kita hindari, namun kita masih dapat mengantisipasinya. Perubahan sosial akan mengakibatkan beberapa dampak baik itu positif maupun negatif.

Perubahan sosial ada yang bersifat positif dan negatif, sehingga kita harus hati-hati dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Fenomena sosial yang ada dalam kehidupan sehari-hari dapat dapat menimbulkan masalah sosial. Adapun beberapa contoh fenomena sosial seperti munculnya kesenjangan sosial, demam musik luar (boyband/girlband), pencemaran lingkungan, dan lain sebagainya. Gejala sosial juga diartikan sebagai suatu pristiwa yang sering terjadi pada lapisan masyarakat, baik masyarakat tradisional maupun masyarakat modern.

Apa Saja Faktor Penyebab Gejala Sosial?

Adanya berbagai gejala sosial di masyarakat, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah sebagai berikut:

Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat/komunitas. Ada beberapa contoh gejala sosial berdasarkan faktor kultural, antara lain kemiskinan, kerjabakti, prilaku menyimpang, dsb.
Faktor struktural merupakan suatu keadaan yang mempengaruhi struktur, struktur yang dimaksud adalah sesuatu yang disusun oleh pola tertentu. Faktor struktural dapat dilihat dari pola-pola hubungan antar individu dan kelompok yang terjalin dilingkungan masyarakat. Contoh gejala sosial yang dipengaruhi oleh faktor struktural seperti penyuluhan sosial, interaksi dengan orang lain dsb.
Apa Saja Macam-Macam Gejal Sosial

Ekonomi
Ekonomi merupakan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan pendapatan.Tingkat pendapatan yang dimiliki individu dapat menimbulkan gejala sosial dimasyarakat. Gejala sosial yang dilihat dari aspek ekonomi sangat berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Bila ada seseorang yang kurang dapat mencukupi kebutuhan, maka akan terjadi beberapa gejala sosial dilingkungan sekitarnya. Dilihat dari segi ekonomi, gejala sosial yang terjadi di masyarakat dapat meliputi kemiskinan, pengangguran, masalah kependudukan dsb.

Budaya
Indonesia memiliki budaya yang beraneka ragam sehingga kita harus saling menghormati budaya lain. Adanya perbedaan jangan dijadikan sebagai alat pemecah persatuan, melainkan kita harus bersyukur karena keanekaragaman tersebut dapat menambah kekhasan budaya indonesia. Keanekaragaman budaya tidak hanya ada di Indonesia, tetapi setiap negara juga memiliki budaya dengan karakteristik yang berbeda-beda. Kita juga harus menghormati budaya asing. Keanekaragaman budaya di sekitar kita juga dapat menimbulkan gejala sosial, misalnya tindakan peniruan budaya asing yang negatif, kenakalan remaja dsb.

Lingkungan alam
Karakteristik gejala sosial dalam bidang lingkungan alam menyangkut aspek kondisi kesehatan. Seseorang yang terkena penyakit dapat menimbulkan gejala sosial di lingkungan sekitarnya. Contoh gejala yang ditimbulkan seperti munculnya, penyakit menular, pencemaran lingkunngan dsb.

Psikologis
Prilaku seseorang/individu dalam kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh aspek psikologisnya.Bila seseorang mengalami gangguan kejiwaan dapat menimbul kangejala sosial dimasyarakat, misalnya disorganisasi jiwa, alirana jalan sesat dsb.

Berikut Adalah Contoh-Contoh Gejala Sosial di Masyarakat

Gejalasosial yang  ada didalam masyarakat berawal dari adanya perubahan sosial.Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan di lingkungannya. Perubahan sosial merupakan segala perubahan yang ada pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dan dipengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta pola prilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

Perubahan sosial dalam masyarakat dapat berdampak positif maupun negatif. Bagi masyarakat yang tidak dapat menerima perubahan sosial maka akan terjadi masalah sosial. Adapun contoh gejala sosial yang ada pada masyarakat.

Kemiskinan
Kemiskinan dapat dikarenakan tidak mampunyai seseorang dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer. Namun dalam sosiologi, salah satu faktor penyebab munculnya maslah tersebut karena lembaga kemasyarakatan tidak berfungsi dengan baik, yaitu lembaga kemasyarakatan dibidang ekonomi. Permasalahan tersebut dapat menyebar ke bidang  lainnya, seperti pendidikan, sosial, dsb. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:

Kemiskinan absolut, yaitu seseorang atau sekelompok orang tidak dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya. Dalam sosiologi, kemiskinan merupakan suatu gejala sosial yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Gejala sosial ini terjadi diberbagai negara di dunia termasuk Indonesia. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:
Kemiskinan relatif, yaitu   seseorang ataus ekelompok orang dapat memenuhi kebutuhan minimum hidupnya, namun dirinya masih merasa miskin bila dibandingakan dengan orang lain atau kelompok lain.
Masalah Remaja
Masa remaja adalah masa pencarian jati diri sehingga banyak remaja yang meniru tingkah laku orang lain. Tindakan remaja bila tidak terkontrol dapat menjadi suatu masalah sosial yang dapat merugikan diri sendiridan orang lain. Masalah remaja ini ditandai oleh adanya  keinginan untuk melawan ataupun sikap apatis. Pada masa ini seharusnya mereka mengenal nilai dan norma-norma yang berlaku dimasyarakat. Dengan mempelajari norma di masyarakat, diharapkan mereka dapat berprilaku dan tidak melakukan perbuatan yang menyimpang. Prilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja dapat beragam, sebagai contoh membolos, mencontek, pelanggaran lalu lintas dan lain sebagainya.

Masalah kependudukan
Indonesia adalah negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang padat. Penduduk merupakan sumber penting bagi pembangunan. Hal ini dikarenakan penduduk menjai subjek dan obyek pembangunan. Dengan adanya pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk di suatu negara. Kesejahteraan penduduk juga mengalami gangguan yang dipengaruhi oleh perubahan demografis yang seringsekali tidak dirasakan. Masalah kependudukan dapat  kepadatan penduduk, pemerataan penduduk yang tidak rata, ledakan penduduk dsb.

Masalah-masalah diatas perlu adanya penanggulangan, karena dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Adapun beberapa cara untuk mengatasi permasalahan tersebut diantanya:

Melalui program keluargaberencana (KB)
Transimigrasi,dan
Mengatur pertumbuhan jumlah penduduk
Apa Dampak GejalaSosial di Masyarakat?

Terjadinya perubahan sosial-budaya di masyarakat merupakan salah satu akibat dari gejala sosial. Dampak gejala sosial ada yang bersifat positif dan negatif.

Dampak positif
Gejala sosial yang ada di masyarakat harus kita sikapi dengan baik. Bila kita dapat terbuka dan mengimbangi perubahan sosial-budaya yang ada. Maka perubahan tersebut akan berdampak positif dan memberikan kita mamfaat. Hal ini dapat dilihat dengan kemajuan bidang tekhnologi. Dalam bidang tekhnologi kita mengenal tekhnologi komunikasi, seperitelepon, handphone, telegram, email, dsb. Dengan adanya alat komunikasi yang modern, maka, maka kita dapat melakukan interaksi jarak jauh tanpa harus bertemu secara langsung.

Dampak negatif
Seseorang yang tidak dapat menerima perubahan yang terjadi akan mengalami keguncangan (culture shock).  Ketidaksanggupan seseorang dalam menghadapi gejala sosial akan membawa kearah prilaku menyimpang.


 Demoralisasi.

Demoralisasi adalah suatu kondisi dimana moral atau standar moral suatu lingkungan, baik dalam lingkup besar maupun kecil mengalami penurunan atau pengurangan.

Penyebab Terjadinya Demoralisasi di Masyarakat.

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan demoralisasi di kalangan masyarakat.

  1. Krisis ekonomi yang berkepanjangan.
  2. Pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi sehingga mengakibatkan jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan lapangan kerja.
  3. Menurunnya kewibawaan pemerintah yang ditandai dengan tidak berhasilnya pemerintah memenuhi tuntutan rakyat.
  4. Meningkatnya angka kemiskinan.
  5. Menurunnya kualitas para aparat penegak hukum, seperti kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman,
  6. Adanya sikap-sikap negatif, seperti malas, boros, dan tidak disiplin, serta sikap apatis yang akhirnya untuk mencapai sesuatu menggunakan jalan pintas.
  7. Keengganan memahami, mendalami, dan melaksanakan ajaran-ajaran agama.

Solusi Demoralisasi.

Bebeberapa solusi untuk upaya pencegahan ataupun setelah terjadinya demoralisasi yaitu sebagai berikut.

  1. Mempertebal keimanan dan ketakwaan di kalangan generasi muda.
  2. Memanfaatkan media sosialisasi keluarga dan sekolah.
  3. Aktif falam kegiatan-kegiatan positif.

Disorganisasi Keluarga 
Kondisi dalam keluarga yang tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya disebut sebagai disorganisasi keluarga. Biasanya, fungsi keluarga gagal tercapai atau keluarga terpecah karena beragam hal. Mulai dari ketegangan dan konflik antara suami dengan istri hingga orang tua dengan anak.Dampak ketidakharmonisan dalam rumah tangga tersebut kemudian akan memengaruhi perkembangan anak dan akan terbawa hingga buah hati dewasa.

Apa saja penyebab disorganisasi keluarga?

Beberapa jenis pola hubungan di bawah ini umumnya dapat menyebabkan disorganisasi keluarga:
  • Orang tua yang mengalami masalah kecanduan

Adiksi bisa berupa kecanduan minuman keras, obat terlarang, belanja, judi, bahkan gila kerja. Bila terus berlangsung di depan anak, kondisi-kondisi ini akan sangat memengaruhi mereka.
  • Kekerasan fisik

Tidak jarang salah satu atau kedua orang tua menggunakan ancaman atau melakukan tindak kekerasan fisik sebagai cara mengontrol anggota keluarga, terutama anak.Anak-anak yang pernah menyaksikan atau mengalami kekerasan dalam rumah tangga akan hidup dalam ketakutan. Kondisi ini tentu akan berpengaruh pada perkembangan mental mereka.
  • Eksploitasi anak

Tanpa sadar, orang tua bisa saja mengeksploitasi anak-anaknya dengan memperlakukan mereka barang miliknya. Kebiasaan ini menuntut agar anak merespons pada kebutuhan fisik atau emosional orang tuanya.Padahal, orang tualah yang seharusnya mencukupi kebutuhan fisik atau emosional anaknya. Bukan sebaliknya.
  • Masalah finansial

Disorganisasi keluarga dapat terjadi ketika salah satu atau kedua orang tua tidak mampu mencukupi kebutuhan pokok, finansial, maupun emosional dari keluarganya.
  • Pola asuh otoriter

Salah satu atau kedua orang tua menerapkan pola asuh yang sangat otoriter terhadap anak. Orang tua seperti ini sering memegang teguh norma-norma tertentu. Misalnya, norma agama dan budaya.Orang tua tipe ini akan menuntut anak-anaknya untuk senantiasa tunduk pada norma-norma tersebut tanpa pengecualian. Kondisi ini bisa memicu pemberontakan dari anak hingga berujung ada disorganisasi keluarga.

Dampak disorganisasi keluarga terhadap anak

Secara sistematis, pola-pola hubungan yang menyebabkan disorganisasi keluarga akan menimbulkan kekerasan atau pengabaian anak. Hal-hal yang umum dialami anak dalam keluarga yang tidak harmonis meliputi:
  • Dipaksa untuk memihak

Anak bisa dipaksa untuk memihak pada ayah atau ibu saat terjadi konflik di antara orang tuanya
  • Mengalami ‘reality shifting

Reality shifting adalah kondisi ketika apa yang dikatakan atau dipercaya bertentangan dengan kenyataan. Misalnya saat orang tua yang menyangkal kasus kekerasan dalam keluarga yang disaksikan oleh anak dengan menyatakan keluarganya baik-baik saja.
  • Pengabaian anak

Orang tua yang bersikap tidak peduli dan tidak mau tahu urusan anaknya akan membuat sang anak merasa diabaikan, tidak dianggap, dan selalu dikritik. Orang tua juga tidak mempertimbangkan perasaan serta pemikiran mereka.
  • Sikap terlalu protektif yang mengganggu

Orang tua bisa saja terlalu protektif atau memiliki ikut campur yang berlebihan sampai mengganggu keleluasaan anak. Misalnya, hanya bisa memerintah tanpa memberikan alasan atau bimbingan yang memadai.
  • Pilih kasih

Pada orang tua yang gemar membanding-bandingkan anak dengan saudara-saudara kandungnya sendiri, anak akan merasa seolah-olah ditolak atau mengalami pilih kasih. Pola asuh seperti ini bisa membuat anak saling bersaing seumur hidup tanpa penyelesaian.
  • Kekerasan fisik

Anak bisa mengalami kekerasan fisik oleh orang tua, seperti ditampar, dipukuli, atau diusir dari rumah. Kondisi ini bisa membuat sang anak balas dendam dengan mempraktikkannya di luar rumah, misalnya melakukan bullying di sekolah.Pengabaian dan kekerasan yang dialami oleh anak-anak akan menghalangi tumbuhnya kepercayaan diri dan perasaan berharga. Anak juga cenderung sulit memercayai orang lain dan tidak memiliki keyakinan pada dunianya.Ketika dewasa nanti, anak-anak tersebut berpotensi memiliki masalah sikap dan perilaku, tidak mampu membuat keputusan yang baik, dan merasa tidak berharga. Masalah ini tentu akan menghambat pencapaian akademis, pekerjaan, dan relasinya dengan orang lain.
Kenakalan Remaja

Kenakalan Remaja : Pengertian, Ciri, Contoh, Penyebab Dan Solusinya Lengkap – Dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali melihat kenakalan remaja, misalnya tawuran antar sekolah, tawuran antar sekolah merupakan salah satu dari kenakalan remaja. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang kenakalan remaja secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

Kenakalan-Remaja

  • Kenakalan remaja ialah suatu perbuatan atau tingkah laku yang dilakukan oleh seseorang remaja baik secara sendirian maupun secara kelompok yang sifatnya melanggar ketentuan- ketentuan hukum, moral, dan sosial yang berlaku di lingkungan masyarakatnya (Singgih, 1978). Intinya kenakalan remaja yaitu suatu perilaku menyimpang dari atau melanggar hukum (Sarwono, 2002:207), dan perilaku melanggar hukum yang dilakukan oleh orang muda yang biasanya dibawah umur 16-18 tahun ( Musen,dkk, 1994:557).

  • Kartono, ilmuan sosiologi ” Kenakalan remaja atau dalam bahasa inggris di kenal dengan istilah juvenile  delinquency merupakan gejala patologis pada remaja di sebabkan oleh satu bentuk pengabaian social.

Latar Belakang Permasalahan Kenakalan Remaja

 

  • Tumbuh kembang remaja pada zaman sekarang sudah tidak bisa lagi dibanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita dengar berita ditelevisi maupun di radio yang disebabkan oleh kenakalan remaja  diantaranya tawuran , pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA , pemakain narkoba dan lain-lain.

  • Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi kader-kader penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Oleh karena itu , kami sebagai remaja yang berpendidikan sadar bahwa kenakan remaja harus segera dihilangkan , kami mengangkat permasalahan ini sebagai bahan karya tulis.

Jenis-jenis kenakalan remaja

 

  • Kenakalan remaja di sekolah

     Contoh :

  1. Tidak masuk sekolah tanpa keterangan.
  2. Meninggalkan sekolah pada saat jam pelajaran.
  3. Membawa senjata tajam ketika sekolah.

  • Kenakalan remaja di luar sekolah(masyarakat)

Contoh :

  1. Ikut balapan tiar antar geng.
  2. Ikut tawuran antar geng.
  3. Minum minuman keras.
  4. Mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba dan lain sebagainya.

  • Kenakalan remaja di lingkungan keluarga

Contoh :

  1. Tidak mendengarkan nasehat orang tua.
  2. Tidak mentaati perintah orang tua.
  3. Melanggar norma yang telah di sepakati bersama keluarga.

Bentuk Kenakalan Remaja


Berikut ini terdapat beberapa jenis kenakalan remaja, yaitu sebagai berikut :

1) Penyalahgunaan Narkotika

Fungsi utama narkotika dalam segi medis adalah sebagai analgetik untuk mengurangi rasa sakit dan penenang yang hanya digunakan dirumah sakit untuk orang yang mendirita sakit berat (misalkan kanker) dengan rekomendasi dokter atau diberikan kepada orang- orang yang akan menjalani operasi. Disamping itu, narkotika juga menimbulkan efek halusinasi (khayalan), impian yang indah atau rasa nyaman. Dengan timbul efek halusinasi inilah yang menyebabkan sekelompok masyarakat terutama kalangan remaja ingin menggunakan narkotika meskipun tidak sedang menderita sakit.


Hal itulah yang mengakibatkan terjadinya penyalahgunaan narkotika. Bahaya penggunaan narkotika yang tidak sesuai dengan peraturan ialah adanya adiksi atau ketergantungan.

Adiksi adalah keracunan obat yang bersifat kronik atau periodik sehingga penderita kehilangan kontrol terhadap dirinya dan menimbulkan kerugian terhadap dirinya sendiri dan masyarakat. Beberapa jenis tanaman bahan narkotika dan obat bius antara lain candu atau opium, morfin, alcohol, kokain, ganja atau mariyuana, kafein, LSD (Lasergic Adid Diethy Lamide) dan tembakau jika disalahgunakan akan menimbulkan adiksi.


2) Perilaku Seksual Sebelum Menikah

Perilaku seksual di luar nikah terjadi di kalangan remaja sebagai akabat masuknya kebudayaan barat barat. Perilaku seksual di luar nikah sangat bertentangan dengan nilai- nilai agama dan nilai-nilai sosial pada masyarakat Indonesia. Hubungan seksual di luar nikah menurut agama adalah dosa besar.


3) Perkelahian Pelajar

Perkelahian antar pelajar dapat merusak dan memperlemah persatuan dan kesatuan para pelajar dan merusak nilai-nilai sosial. Peranan organisasi pelajar seperti OSIS, Palang Merah Remaja (PMR), dan Pramuka sangat penting dalam pembentukan sikap dan tingkah laku para pelajar. Organisasi pelajar dapat mengemkembangkan kreativitas dan efektivitas kaum pelajar. Apabila terjadi masalah, pelajar terlatih untuk menyelesaikannya dengan musyawarah atau jalur hukum, bukan menggunakan kekuatan fisik.


4) Kebut-kebutan Yaitu mengendarai kendaraan dengan kecepatan yang melampaui kecepatan maksimum yang di tetapkan, sehingga dapat mengganggu bahkan membahayakan pemakai jalan yang lain juga pengendara itu sendiri .


5) Peredaran pornografi di kalangan pelajar baik, dalam bentuk gambar-gambar cabul atau tidak senonoh, majalah dancerita porno yang dapat merusak moral anak, sampai perdaran obat-obat perangsang nafsu seksual, kontrasepsi penyalahgunaan barang-barang elektronik (misalnya internet dan handphone) dan sebagainya.


6) Anak-anak yang suka pengrusakan-pengrusakan terhadap barang-barang atau milik orang lain seperti mencuri, membuat corat-coret yang mengganggu keindahan lingkungan, mengadakan sabotase dan sebagainya.


7). Membentuk kelompok atau geng dengan ciri-ciri dan tindakan yang menyeramkan, seperti kelompok bertato, kelompok berpakaian acak-acakan, blackmetal, geng motor. Dalam kelompok tersebut para remaja nakal melakukan tindakan yang tercela yang mengarah pada perbuatan anarkis dan mengganggu masyarakat.


8). Berpakaian dengan mode yang tidak sesuai dengan keadaan lingkungan, misal: memakai rok mini, youcansee, mamakai pakaian yang serba ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya, sehingga dipandang kurang sopan di mata lingkunganya dan dapat memicu orang lain untuk berbuat kejahatan yang akhirnya membahayakan diri remaja yang bersangkutan.


Di samping contoh yang dikemukakan di atas , masih banyak bentuk kenakalan remaja. Misalnya minum-minuman keras, membolos sekolah, berbohong, keluyuran, aksi coret-coret di tembok atau pagar, dan sebagainya


Ciri-Ciri Kenakalan Remaja

  1. Dalam pengertian kenakalan, harus terlibat adanya suatu perbuatan atau tingkah laku moral.
  2. Kenakalan tersebut memiliki tujuan yang a-sosial yakni dengan perbuatan atau tingakah laku tersebut ia bertentangan dengan nilai atau norma sosial yang ada dilingkungan hidupnya.
  3. Kenakalan remaja adalah suatu kenakalan yang dilakukan oleh mereka yang berumur diantara 13-17 tahun. Mengingat di Indonesia pengertian dewasa selain ditentukan oleh status pernikahan, maka bisa ditambahkan bahwa kenakalan remaja yaitu suatu perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh mereka yang berumur anatara 13-17 tahun dan belum menikah.
  4. Kenakalan remaja bisa dilakukan oleh seoarang remaja saja, atau bisa juga dilakukan bersama-sama suatu kelompok remaja

Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

Menurut bentuknya, Sunarwiyati S (1985) membagi kenakalan remaja kedalam tiga tingkatan yaitu sebagai berikut ;

  • kenakalan biasa, misalnya seperti suka berkelahi, suka keluyuran, membolos sekolah, pergi dari rumah tanpa pamit
  • kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan misalnya seperti mengendarai sepera motor tanpa SIM, mengambil barang orang tua tanpa ijin
  • kenakalan khusus misalnya seperti penyalahgunaan narkotika, hubungan seks diluar nikah, pemerkosaan dan lain sebagainya.

Penyebab Kenakalan Remaja

Perilaku ‘nakal’ remaja dapat disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) maupun faktor dari luar (eksternal).

1. Faktor internal

  • Krisis identitas: suatu Perubahan biologis dan sosiologis pada diri remaja memungkinkan terjadinya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya perasaan akan konsistensi dalam kehidupannya. Kedua, tercapainya identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai masa integrasi kedua.

  • Kontrol diri yang lemah: Remaja yang tidak dapat mempelajari dan membedakan tingkah laku yang bisa diterima dengan yang tidak bisa diterima akan terseret pada perilaku ‘nakal’. Begitupun bagi mereka yang sudah mengetahui perbedaan dua tingkah laku tersebut, tapi tidak dapat mengembangkan kontrol diri untuk bertingkah laku sesuai dengan pengetahuannya.

2. Faktor eksternal

  • Keluarga dan Perceraian orangtua, tidak adanya sebuah komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga dapat memicu perilaku negatif pada remaja. Pendidikan yang salah di keluarga pun, seperti terlalu memanjakan anak, tidak memberikan pendidikan agama, atau penolakan terhadap eksistensi anak, bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan remaja.
  • Teman sebaya yang kurang baik
  • Komunitas/lingkungan tempat tinggal yang kurang baik.
  • Pendidikan agama pada sistem pendidikan kurang memadai.Pada kenyataaannya, alokasi waktu pendidikan agama di lingkungan pendidikan negara kita relatif sedikit. Meskipun standar nilai untuk pelajaran agama dan PPKN tinggi, tetapi nilai nilai tinggi berhamburan, sengaja didongkrak agar para murid tidak dicap tidak agamis dan tidak bermoral. Hal ini menyebabkan kasus – kasus kenakalan remaja sangat rentan terjadi pada siswa. Semua itu karena benteng iman, ketakwaan, dan akhlak para siswa sangat rapuh karena pendidikan religi yang tidak memadai.
  • Kemajuan teknologi Teknologi di era globalisasi menunjukkan pengaruh dahsyatnya sebagai faktor penyebab kenakalan remaja.

Teknologi ibarat pisau yang bemata dua yang bisa melukai pemakainya sendiri, teknologi sebenarnya merupakan media untuk mempermudah hidup manusia, tetapi teknologi juga mempunyai potensi merusak apabila tidak dipergunakan secara bijaksana. Apabila kita kaitkan dengan kenakalan – kenakalan remaja akhir akhir ini, sifat dari kenakalan tesebut sudah berubah dari zaman kenakalan berbasis tradisional seperti tawuran dan bolos sekolah sekarang sudah berevolusi menjadi kenakalan remaja berbasis teknologi seperti video porno di handphone para siswa sampai situs – situs porno yang berserakan di dunia maya.


Namun kita tidak dapat mempersalahkan kemajuan teknologi, karena teknologi diciptakan untuk mempermudah kegiatan manusia, tergantung bagaimana manusia tersebut mempergunakannya, apakah memanfaatkannya dengan baik, atau malah menyalahgunakannya.


Contoh Kenakalan Remaja

  • Berbohong
  • Pergi keluar rumah tanpa pamit
  • Keluyuran
  • Begadang
  • membolos sekolah
  • Berkelahi dengan teman
  • Berkelahi antar sekolah
  • Buang sampah sembarangan
  • membaca buku porno
  • melihat gambar porno dan lain sebagainya.

Gejala-gajala yang dapat memperlihatkan hal-hal yang mengarah kepada kenakalan remaja

  1. anak-anak tidak disukai oleh taman-temannya sehingga anak tersebut menyendiri.
  2. Anak-anak yang saring menghindarkan diri dari tanggung jawab di rumah atau sekolah.
  3. Anak-anak yang sering mengeluh dalam arti bahwa mereka mengalami masalah yang oleh dia sendiri tidak sanggup mencari permasalahannya.
  4. Anak-anak yang suka berbohong.
  5. Anak-anak yang tidak sanggup memusatkan perhatian.
  6. Anak-anak yang mengalami phobia dan gelisah dalam melewati batas yang berbeda dengan ketakutan anak-anak normal.
  7. Anak-anak yang suka menyakiti / mengganggu teman-temannya disekolah atau dirumah.

SOLUSI MENANGANI MASALAH YANG TERJADI PADA REMAJA

Semua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak mengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lah masa depan bangsa ini digantungkan. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegah semakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :

Peran Orangtua  :

  • Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita
  • Membekali anak dengan dasar moral dan agama
  • Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak
  • Menjalin kerjasama yang baik dengan guru
  • Menjadi tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal menjaga lingkungan yang sehat

Peran Guru :

  • Bersahabat dengan siswa
  • Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman
  • Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan ekstrakurikuler
  • Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga
  • Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP
  • Remaja pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua member arahan dengan siapa dan dikomunitas mana remaja harus bergaul.
  • Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

  • REMAJA DAN PERILAKU HIDUP SEHAT

Remaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:

  1. Mengerti tujuan hidup
  2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan kematangannya.
  3. Bergaul dengan bijaksana
  4. Terus menerus memperbaiki diri

Dengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dan sehat. Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan, dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri. Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual, emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Fisik 35%
  2. Intelektual 20%

3.Emosional 30%

  1. Spiritual 15%

Faktor fisik berkembang secara tepat sedangkan faktor lainnya berkembang tidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkan kejanggalan dan berpengaruh terhadap perilaku remaja. Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain serta hubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadangkadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggap sebagai orang tua, teman. Hubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:

  1. Otoriter ——- demokratis
  2. Tertutup ——- terbuka
  3. Formal ——- informal

Semua tersebut di atas dalam keadaan “dalam perjalanan menuju” Sehingga dapat dilihat segalanya masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub atau masa anak-anak ataupun kutub atau masa dewasa.
“Dalam perjalanan menuju” ini yang menonjol adalah:

  1. Fisik yang kuat
  2. Emosi yang cepat tersinggung
  3. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang
  4. Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadang saja dipakai Dan “Dalam perjalanan menuju” yang paling penting diketahui oleh remaja adalahbagaimana remaja dapat berproses :

Menuju fisik yang ideal

Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh

Menuju cara berfikir dewasa

Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat falsafah dan bersifat tatakrama.


Upaya Mengatasi Kenakalan Remaja

  1. Kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik juga mereka yang berhasil memperbaiki diri setelah sebelumnya gagal pada tahap ini.
  2. Adanya motivasi dari keluarga, guru, teman sebaya untuk melakukan point pertama.
  3. Kemauan orang tua untuk membenahi kondisi keluarga sehingga tercipta keluarga yang harmonis, komunikatif, dan nyaman bagi remaja.
  4. Remaja dididik untuk pandai memilih teman dan lingkungan yang baik serta orang tua memberi arahan dengan siapa dan di komunitas mana remaja harus bergaul.
  5. Remaja membentuk ketahanan diri agar tidak mudah terpengaruh jika ternyata teman sebaya atau komunitas yang ada tidak sesuai dengan harapan.

TERORISME.

Pandangan Sosiologi : secara sosiologisterorisme adalah merupakan sebuah paham yang mengajarkan cara cara “perjuangan” dengan cara menyebar terror atau melakukan aksi-aksi menyebar rasa takut demi mencapai tujuan tertentu, baik tujuan kelompok maupun tujuan pribadi.

Beberapa akibat yang timbul dari tindakan terorisme anatar lain sebagai berikut :
a. Jatuhnya korban jiwa dan materi
b. Menurunya Pendapatan sektor Pariwisata
c. adanya rasa takut akan keselamatan jiwa.

Comments

Post a Comment